Om swasti astu, salammualaikum
wrwb, selamat pagi, siang dan malam hari semoga tuhan selalu memberkati
Ok tidak usa pakai intro lama
lama langsung saja knalkan nama saya Perkenalkan nama saya Kadek Sandiasa tapi
akrab di sapa Sanditya Dika anak pertama hasil cetakan mama dan papa alamat
saya di desa Sibea. Saya beragama HINDU
tapi saya tidak anti dengan agama lain Saya mencintai semua agama kecuali agama
yg sesat. satu hal yang menjadi motto saya yaitu “ TUJUAN KITA SAMA TAPI CARA
KITA YANG BERBEDA” ibarat ingin pergi ke pasar susumbolan banyak cara yang dapt
kita tempuh ada yang dari sandana ada yang dari tuweley ada yang dari tambun
bahkan ada yang dari lutungan. Berbeda asal dan jalur tapi tujuan kita satu
kuncinya pakai helem dan tidak melanggar rambu rambu lalulintas.
saya adalah salah satu mahasiswa di STIP
Mujahidin tolitoli, tulisan ini saya buat ketika saya mendengar ada salah satu
umat yang merasa bahwa kepercayaanya lah yang paling benar dan mengganggap
kepercayaan orang lain itu salah. Dari tulisan ini saya sangat mengharapkan
semua agama itu dapat hidup saling berdampingan dan tidak saling mencela serta
selalu merasa bahwa kepercayaannya yang paling benar.
Berbicara mengenai agama maka
kita berbicara mengenai suatu hal yang kebenarannya itu hanya ada dalam diri
masing masing pemeluknya. Di Indonesia sendiri ada beraneka macam agama yang
akhir akhir ini mulai muncul konflik sampai menimbulkan korban jiwa, merasa
bahwa kepercayaannya lah yang paling benar, yang paling suci dan menganggap
kepercayaaan yang lain itu salah maka kekerasan dan pembunuhan yang mengatas
namakan agama pun terjadi. Dari peristiwa tersebut muncul pertanyan besar di
kepala saya apakah membunuh sesama dan melakukan kekerasan itu yang dianggap
benar???
Pada dasarnya semua agama
mengajarkan umatnya untuk saling mengasihi, untuk saling menyayangi sesama
manusia bahkan hewan sekalipun tidak ada
satupun agama yang mengizinkan umatnya untuk saling menyakiti satu sama lain
kecuali agama yang beraliran sesat. Sebenarnya tujuan kita sama yaitu untuk
kembali kepada zat yang menciptakan kita,
kehidupan kita didunia hanya sementara bukan untuk menyombongkan diri
bukan untuk memperlihatkan bahwa diri kita yang paling benar akan tetapi
bagaimna caranya kita mengumpulkan amal dan ibadah kita yang kelak akan menjadi
bekal kita di akhirat.
Tujuan kita sama tapi cara kita
berbeda, mengagungkan dan memuji kekuasaan sang pencipta sama sama kita lakukan
tapi terkadang caranya itu yang berbeda isalam melakukannya di masjid, hindu
melakukannya di pura, Kristen melakukannya di gereja dan budha melakukannya di
kuil atau wihara.
Islam melarang umatnya untuk memakan daging babi tapi hindu,
Kristen dan budha mengizinkannya. Hindu melarang umatnya untuk menkonsumsi
daging sapi sebab merupakan kendaraan dewa wisnu tapi islam, dan Kristen
mengizinkannya. Islam melarang umatnya untuk membuka aurat ketika memasuki
tempat ibadah tapi hindu, Kristen, dan budha tidak mempermasalahkan hal itu.
Islam melarang umatnya untuk menyembah berhala atau patung tapi hindu, Kristen,
dan budha malah melakukan hal sebalikya. Hindu mengajarkan umatnya untuk
sembahyang 3 kali sehari tapi islam
mengajarkan untuk 5 kali sehari. Islam mengatakan memasuki tempat ibadah harus
melepas alas kaki tapi Kristen mengatakan untuk menggunakn alas kaki. Dari hal
diatas sebenarnya siapa yang benar dan siapa yang salah, menurut umat islam
cara mereka lah yang benar, menurut umat Kristen cara mereka yang benar menurut
umat hindu dan budha cara mereka lah yang benar lalu yang salah siapa??
Sebenrya salah dan benar itu kembali ke umat yang memeluk agamanya masing
masing.
Salah satu contoh true story ketika ada
peristiwa bom, kekerasan ataupun teroris
maka sebagian orang langsung mengatakan bahwa orang islam yang melakukannya
padahal itu belum tentu kebenaranya hanya dengan melihat pakaian yang dikenakan
oleh teroris itu dengan sorban berjenggot panjang dan lain sebagainya yang
mirip dengan pakain yang dikenakan para jamaah. Padahal islam tidak pernah
mengajarkan itu pada umatnya islam selalu mengajrkan kepada umatnya untuk
saling mengasihi dan menyayangi satu sama lain. Ketika ada hal seprti ini
jangan langsung mendoktrin bahwa ajarannya yang salah tapi terkadang oknum atau
umatnya yang membuat seolah olah ajaranya itu salah di mata umat lain.
Sekarang
intinya marilah kita saling hidup perdampingan satu sama lain jangan selalu
merasa bahwa agama kita yang paling benar. Terkadang bersatu dalam sebuah
perbedaan itu merupakan hal yang paling indah. Ibarat pelangi hanya terdiri dari satu warna maka
pelangi itu jauh dari kata indah, tapi karna kumpulan warna yang berbeda dan
saling berdampingan lah yang membuat pelangi
itu indah
Tolitoli, 21 juli 2016
Kadek sanditya dika



Tidak ada komentar:
Posting Komentar